Sabtu, 12 Maret 2011

JAM KUNJUNG PERPUSTAKAAN: PERLU SINERGI DAN OPINI MAHASISWA


Efektifitas dan pelayanan maksimal benar-benar dibutuhkan. Komunikasi diperlukan untuk mensinergikan kebijakan.

Keberadaan fasilitas pendukung mampu memberikan stimulus tersendiri untuk mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan akademik. Salah satunya adalah keberadaan perpustakaan. Perpustakaan di tingkat perguruan tinggi berfungsi sebagai sarana penyedia layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Proses pembelajaran di Fakultas Geografi sendiri tak bisa lepas dari peran serta perpustakaan. Oleh karenanya, pelayanan  yang diberikan untuk memenuhi fungsi tersebut juga dipertimbangkan oleh pihak pengelola perpustakaan. Selama ini, terdapat berbagai macam layanan yang disediakan oleh perpustakaan Fakultas Geografi, antara lain Layanan Peminjaman Buku Cetak, Layanan Kartu Baca (Spot Control), Layanan Penelusuran Informasi, Layanan Bebas Pinjam, Layanan Scan dan Print, Layanan Referensi, serta Layanan Fotokopi. Tidak hanya itu, layanan internet gratis juga tersedia. Layanan ini bahkan mampu menarik minat pengunjung untuk mengunjungi perpustakaan. Suasana yang adem dan nyaman menjadi nilai plus tersendiri saat berkunjung ke Perpustakaan Fakultas Geografi UGM.

Fakultas Geografi Bebas Asap Rokok. Mungkinkah?


Suatu keharusan bagi Fakultas Geografi sebagai pelopor dan produk lingkungan ini untuk selalu menjaga dan menyikapi segala ketidakpedulian terhadap lingkungan. Ketenaran Fakultas Geografi sebagai pencetus environment friendly campus sudah tidak diragukan lagi. Hal ini tentu saja dibarengi dengan pemikiran orang bahwa geografiwan sudah sepantasnya peduli dan cinta lingkungan.

Namun pada kenyataannya, Fakultas Geografi belum bisa membenahi pencemaran udara yang ditimbulkan oleh asap rokok. Dari berbagai sudut di luar ruangan seperti kantin, halaman, selasar, dan gazebo fakultas dapat ditemui kepulan asap yang sangat tidak bersahabat. Adanya tulisan larangan merokok di lingkungan fakultas masih menjadi formalitas belaka. Terlebih larangan tersebut hanya untuk ruangan ber-AC saja. Hal ini sama sekali tidak sesuai dengan fakultas geografi sebagai environment friendly campus.

PERINGATAN HARI BUMI

Penyerahan rambu-rambu dan penyematan pin duta EFC (Enviromental Friendly Campuss) mewarnai pembukaan rangkaian acara hari bumi dan hari lingkungan hidup yangdiselenggarakan oleh fakultas Geografi. Perwakilan dosen dihadiri oleh Eko Haryono dan Joko Christanto. Dari pihak karyawan, diwakili oleh Pak Edi serta Pak Juminto. Sementara, pihak mahasiswa diwakili oleh Dhanisa Rifki Firmanda (KPJ’08). Suara-suara negatif seakan tak menyurutkan langkah pihak dekanat untuk tetap melanjutkan program EFC.

“Geografi melaksanakan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for sustainable development. Stigma tersebut diterapkan dengan program Environmentaly Friendly Campuss (EFC). Sayangnya, partisipasi mahasiswa terbilang masih kurang. Hendaknya program EFC dapat dilaksanakan dengan konsisten. Jika program ini sukses, maka laporan pengelolaan kampus ramah lingkungan akan dibukukan dan diserahkan ke rektorat untuk diterapkan di UGM”, demikian sambutan yang disampaikan dekan Fakultas Geografi UGM, Prof. Suratman, MSc pada upacara peringatan hari bumi dan lingkungan hidup 22 April lalu.

Jumat, 11 Maret 2011

BAGAIMANA JIKA SELOKAN MATARAM SETENAR MALIOBORO?


Pernahkan terlintas dibenak kita untuk sedikit saja mengerti, sedikit saja memahami karena semoga dari sedikit itu akan tumbuh rasa yang besar pada selokan mataram dari dalam hati, suatu rasa memiliki. Selokan tidak butuh sanjungan namun butuh perhatian, dia tidak perlu jika hanya sekedar simpati maupun empati, tapi lebih kepada tindakan yang mencerminkan bahwa kita peduli agar selokan mataram takkan mati…
Yogyakarta, kota pelajar yang terkenal juga dengan berbagai potensi wisata didalamnya, mulai dari pantai yang beranekaragam, keraton hingga yang juga sangat terkenal ialah tempat berbelanja yang menjadi tujuan utama para pelancong, Malioboro. Mungkin jika kita bertanya pada orang dimana Malioboro, setiap dari mereka akan sangat dengan mudah bahkan mungkin dengan sangat antusias menjawab Yogyakarta. Malioboro memang telah menjadi salah satu ikon jogja sejak bertahun-tahun lamanya. Rasanya tidak dapat dipisahkan antara Malioboro dan Yogyakarta. Sudah sangat diketahui oleh banyak orang bahwa Malioboro terletak di Yogyakarta, atau sebaliknya di Yogyakarta ada Malioboro.